Rabu, 25 Maret 2020

ALAT INDRA


BAB 1
PENDAHULUAN


1.1.LATAR BELAKANG

Setiap makhluk hidup di bumi diciptakan berdampingan dengan alam, karena alam sangat penting untuk kelangsungan makhluk hidup. Karena itu setiap makhluk hidup, khususnya manusia harus dapat menjaga keseimbangan alam. Untuk dapat menjaga keseimbangan alam dan untuk dapat mengenali perubahan lingkungan yang terjadi, Tuhan memberikan indera kepada setiap makhluk hidup.

Alat indera adalah organ yang berfungsi untuk menerima jenis rangsangan tertentu. Semua organism memiliki reseptor sebagai alat penerima informasi. Informasi tersebut dapat berasal dari dalam dirinya atau datang dari luar. Reseptor diberi nama berdasarkan jenis rangsangan yang diterimanya, seperti kemoreseptor (penerima rangsang zat kimia), fotoreseptor (penerima rangsang cahaya), aodioreseptor (penerima rangsang suara), dan mekanoreseptor (penerima rangsang fisik, seperti tekanan, sentuhan, dan getaran). Selain itu dikenal pula beberapa reseptor yang berfungsi mengenali perubahan lingkungan luar yang dikelompokkan sebagai eksoreseptor. Sedangkan kelompok reseptor yang berfungsi untuk mengenali lingkungan dalam tubuh disebut interoreseptor. Interoreseptor terdapat diseluruh tubuh manusia. Eksoreseptor yang kita kenal ada lima macam, yaitu indera penglihat(mata), pendengar (telinga), peraba (kulit), pengecap (lidah), dan pembau (hidung). Untuk lebih memahami kelima eksoreseptor tersebut, maka kami akan membahasnya dalam Sistem Indera.


1.2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan beberapa masalah sebagai berikut:
·         Bagaimanakah sistem indera penglihat (mata) pada manusia?
·          Bagaimanakah sistem indera pendengar (telinga) pada manusia?
·          Bagaimanakah sistem indera peraba (kulit) pada manusia?
·         Bagaimanakah sistem indera pengecap (lidah) pada manusia?
·         Bagaimanakah sistem indera penciuman (hidung) pada manusia?

1.3. Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini sesuai dengan rumusan masalah di atas adalah sebagai berikut:
·         Untuk mengetahui bagaimana sistem indera penglihat (mata) pada manusia.
·         Untuk mengetahui bagaimana sistem indera pendengar (telinga) pada manusia.
·         Untuk mengetahui bagaimana sistem indera peraba (kulit) pada manusia.
·         Untuk mengetahui bagaimana sistem indera pengecap (lidah) pada manusia.
·         Untuk mengetahui bagaimana sistem indera penciuman (hidung) pada manusia.


BAB II
PEMBAHASAN

Indra atau indria merupakan alat penghubung/kontak antara jiwa dalam wujud kesadaran
rohani diri dengan material lingkungan. Dalam ajaran Hindu indria ada sebelas macam dan
disebut sebagai eka dasa indriya.

Lima macam indra berfungsi sebagai alat sensor dalam bahasa Sanskerta disebut panca budi indriya dan dalam bahasa Indonesia lebih dikenal sebagai panca indra yaitu: alat pembantu untuk melihat (mata), alat pembantu untuk mengecap (lidah), alat pembantu untuk membau (hidung), alat pembantu untuk mendengar (telinga), dan alat pembantu untuk merasakan (kulit/indra peraba).




1.            Indera Penglihatan (Mata)






Mata adalah organ penglihatan yang mendeteksi cahaya. Mata sederhana melakukan apa-apa tetapi hanya menentukan apakah lingkungan terang atau gelap. Mata yang lebih kompleks digunakan untuk memberikan rasa visual.

A. Bagian-Bagian Mata dan Fungsinya
Sedikitnya ada 17 bagian pada mata yang berperan penting dalam mekanisme penglihatan. Ketujuh belas bagian-bagian mata dan fungsinya tersebut antara lain seperti ditunjukan gambar bagian-bagian mata berikut ini.

1.      Kornea
Kornea (korneos) adalah bagian mata yang terletak di lapisan paling luar. Bagian ini berupa selaput bening yang bersifat tembus pandang (transparan). Sifat kornea ini membuat cahaya dapat masuk ke dalam sel-sel penerima cahaya di bagian dalam bola mata. Selain berfungsi melindungi mata dari benda-benda asing dari luar, kornea juga berfungsi dalam melakukan refraksi di lensa mata

2.      Iris
Iris adalah bagian mata yang berfungsi mengatur besar kecilnya pupil. Bagian ini jugalah yang memberi warna pada mata. Sebagai contoh, orang Asia memiliki mata dengan warna hitam hingga coklat, orang Eropa memiliki mata berwarna biru hingga hijau, dan lain sebagainya.

3.      Pupil
Pupil adalah bagian mata yang berupa sebuah lubang kecil yang berfungsi mengatur jumlah cahaya yang masuk ke bola mata. Besar kecilnya pupil diatur oleh iris. Ketika cahaya yang datang terlalu terang, pupil akan mengecil. Sedangkan saat cahaya yang datang terlalu redup, pupil akan membesar. Mekanisme kerja pupil ini membentu mata agar dapat menerima cahaya dalam jumlah tepat.

4.      Retina
Retina adalah bagian mata berupa lapisan tipis sel yang terletak di bagian belakang bola mata. Bagian ini berfungsi menangkap bayangan yang dibentuk lensa mata kemudian mengubahnya menyadi sinyal syaraf. Retina merupakan bagian mata yang sangat sensitif cahaya karena ia memiliki 2 sel fotoreseptor, yaitu rods dan cones.

5.      Lensa mata
Lensa mata adalah bagian mata yang berfungsi membentuk sebuah gambar. Gambar yang dibentuk lensa mata kemudian diteruskan untuk kemudian diterima retina. Lensa mata dapat menipis atau menebal sesuai dengan jarak mata dengan benda yang dilihatnya. Saat jarak benda terlalu dekat, lensa mata akan menipis, sedangkan saat jarak benda terlalu jauh, lensa mata akan menebal.

6.      Akomodasi otot
Mekanisme menebal dan menipisnya lensa mata dapat terjadi akibat adanya fungsi akomodasi otot lensa. Otot ini bekerja mendorong dan menarik lensa mata sehingga dapat menebal dan menipis.

7.      Bintik kuning
Bintik kuning adalah bagian mata yang paling sensitif terhadap cahaya. Saat bayangan benda jatuh pada bagian mata ini, benda tersebut akan sangat terlihat jelas, sementara jika bayangan benda jatuh sebelum atau sesudah bintik kuning, maka benda tersebut tidak terlihat jelas (lamur).

8.      Bintik buta
Bintik buta atau blind spot adalah bagian mata yang tidak sensitif terhadap cahaya. Jika bayangan benda jatuh tepat pada bagian ini, maka benda tidak dapat terlihat oleh mata.

9.      Syaraf optik
Syaraf optik adalah bagian mata yang berfungsi meneruskan informasi bayangan benda yang diterima retina menuji otak. Melalui saraf inilah sebetulnya kita dapat menentukan bagaimana bentuk suatu benda yang kita lihat. Jika syaraf optik ini rusak, itu berarti kita tidak dapat melihat alias buta.

10.  Aqueous humor
Aqueus humor adalah cairan yang menyerupai plasma berlendir transparandengan konsentrasi protein yang rendah. Aqueous humor diproduksi oleh silia tubuh dan berfungsi sebagai struktur pendukung lensa.

11.  Vitreous humor
Vitreous humor atau juga disebut badan vitreous adalah semacam gel yang berfungsi mengisi ruang antara retina dan lensa.

12.   Sklera
Sklera adalah bagian dinding putih mata. Bagian ini memiliki ketebalan rata-rata sekitar 1 mm, akan tetapi ia juga dapat menebal hingga 3 mm karena adanya otot irensi.

13.  Lensa kristalin
Lensa mata ini mempunyai peran yang penting yaitu mengatur letak bayangan supaya jatuh tepat di bintik kuning. Lensa mata mempunyai tugas untuk memfokuskan cahaya dan meneruskanya supaya jatuhnya tepat di bagian retina.
Selain ke 13 bagian-bagian mata dan fungsinya di atas, bagian luar mata juga
dilindungi beberapa organ, di antaranya:
14.  Bulu mata
Bulu mata berfungsi untuk menjaga mata dari masuknya benda-benda asing berukuran kecil seperti debu atau pasir.

15.  Alis
Alis berfungsi menahan air keringat atau air yang jatuh dari kening (dahi) agar tidak masuk ke dalam mata. Beberapa orang mencukur alisnya, padahal secara logika mencukur alis sebetulnya tidak baik.

16.  Kelopak mata
Kelopak mata berfungsi untuk menjaga bola mata dari masuknya benda asing dari luar mata seperti debu, goresan, pasir, atau asap. Selain itu, bagian mata ini juga berfungsi untuk menyapu bola mata dengan cairan dan mengatur jumlah cahaya yang masuk menuju mata. Fungsi-fungsi dari kelopak mata ini ditunjang oleh mekanisme buka tutup (berkedip) oleh otot kelopak.

17.  Kelenjar lakrima
Kelenjar lakrima atau kelenjar air mata adalah bagian mata yang berfungsi menghasilkan air mata. Air mata bermanfaat untuk melembabkan mata, membersihkan mata dari debu, serta mematikan kuman yang masuk ke mata.

B.     Proses Pengelihatan
Cahaya merupakan salah satu dari suatu spektrum gelombang elektromagnetik. Panjang gelombang cahaya adalah 400-700nm yang dapat merangsang sel batang (rod cell) dan kerucut (cone cell) sehingga dapat terlihat oleh kita. Gelombang cahaya antara 400-700nm ini akan terlihat sebagai suatu spektrum warna, yaitu:




Apabila ada rangsang cahaya masuk ke mata maka rangsang tersebut akan diteruskan mulai dari kornea, aqueous humor, pupil, lensa, vitreous humor dan terakhir retina. Kemudian akan diteruskan ke bagian saraf penglihat atau saraf optik yang berlanjut dengan lobus osipital sebagai pusat penglihatan pada otak besar. Bagian lobus osipital kanan akan menerima rangsang dari mata kiri dan sebaliknya lobus osipital kiri akan menerima rangsang mata kanan. Di dalam lobus osipital ini rangsang akan diolah kemudian diinterpretasikan. Sehingga apabila seseorang mengalami kecelakaan dan mengalami kerusakan lobus osipital ini maka dia akan mengalami buta permanen, walaupun bola matanya
sehat.

Pembiasan cahaya dari suatu benda akan membentuk bayangan benda jika cahaya tersebut jatuh di bagian bintik kuning pada retina, karena cahaya yang jatuh pada bagian ini akan mengenai sel-sel batang dan kerucut yang meneruskannya ke saraf optik dan saraf optik meneruskannya ke otak sehingga terjadi kesan melihat. Sebaliknya, bayangan suatu benda akan tidak nampak, jika pembiasan cahaya dari suatu benda tersebut jatuh di bagian bintik buta pada retina.

Bila seseorang berada di tempat terang untuk suatu waktu, sebagian besar Rhodopsin dan Iodopsin akan terurai walaupun sebagian iodopsin akan segera diresintesa kembali. Hasilnya ialah pengurangan sensitifitas terhadap cahaya. Kita menyesuaikan diri dengan keadaan terang itu dan tidak merasakan silau. Peristiwa ini disebut adaptasi terang.

Sekarang kita coba masuk ke ruang yang agak gelap, maka mula-mula kita tidak dapat melihat apa-apa karena iodopsin yang ada tidak bereaksi dengan cahaya remang-remang. Tetapi kemudian rhodopsin disintesa kembali dan retinen dan scotopsin dan kita mampu melihat bayangan dan benda-benda. Peristiwa ini disebut adaptasi gelap.

Bila kemudian kita masuk lagi ke ruangan yang terang maka yang terasa pertama-tama adalah silau karena semua rhodopsin dan iodopsin terurai, timbul impuls yang bertubi-tubi yang menyebabkan silau. Kemudian terjadi lagi adaptasi terang.




2.      Indra Pendengaran (Telinga)
Telinga adalah sebuah organ yang mampu mendeteksi atau mengenal suara, serta banya memiliki peran dalam keseimbangan dan posisi tubuh pada manusia. Suara ialah bentuk energi yang bergerak melewati udara, air atau benda lainnya, dalam sebuah gelombang.


Meskipun telinga yang mendeteksi suara, fungsi pengenalan dan interpretasi dilakukan di otak dan sistem saraf pusat. Rangsangan suara di sampaikan ke otak melalui saraf yang menyambungkan telinga dan otak.

Berikut ini terdapat beberapa fungsi telinga, diantaranya adalah:

1.      Telinga Sebagai Pengatur Keseimbangan, Terdapat struktur khusus pada organ telin yang berfungsi mengatur dan menjaga keseimbangan tubuh. Organ ini berhubungan dengan saraf otak ke VIII yang berfungsi dalam menjaga keseimbangan dan untuk mendengar.
2.      Telinga Sebagai Indera Pendengaran

A.    Bagian-bagian Telinga:
1.      Telinga Luar
Telinga luar adalah bagian telinga yang terletak di luar dan kontak langsung dengan lingkungan.
Fungsi utama telinga luar ini adalah untuk menangkan bunyi dari lingkungan untuk kemudian diteruskan ke telinga tengah.
Bagian telinga luar ini terdiri dari:
·         Daun telinga: mengumpulkan dan menyalurkan bunyi ke liang telinga.
·         Lubang telinga: tempat masuknya bunyi ke liang telinga.
·         Liang telinga: meneruskan rangsang bunyi ke gendang telinga.


2.      Telinga Tengah
Fungsi telinga tengah yaitu untuk mengubah gelombang bunyi yang ditangkap telinga luar untuk menjadi getaran.Getaran tersebut kemudian dilanjutkan pada telinga dalam.
Telinga tengah terdiri dari beberapa hal:
·         Gendang telinga: mengubah bunyi menjadi getaran.
·         Tiga tulang pendengaran (martil, landasan, dan sanggurdi): memperkuat dan menghantar getaran ke saluran telinga yang lebih dalam.
·         Saluran Eustachius: menghubungkan rongga mulut dengan telinga dalam dan mengatur keseimbangan tekanan udara.
3.      Telinga Dalam
Telinga dalam adalah pusat kendali dari indera pendengaran kita.
Fungsi telinga dalam adalah untuk mengubah getaran dari telinga dalam menjadi impuls listrik dan meneruskannya melalui saraf menuju otak.
Telinga dalam terdiri dari beberapa struktur:
·         Tiga saluran setengah lingkaran: menjaga keseimbangan tubuh.
·         Tingkap oval/jorong: untuk meneruskan getaran ke rumah siput.
·         Rumah siput (koklea): mengubah getaran menjadi impuls dan meneruskannya ke otak.
Semua bagian tersebut mempunyai perannya masing-masing sehingga dapat menghasilkan informasi ke otak dan akhirnya kita mampu mendengar bunyi secara baik.
B.     Proses Pendengaran

1.      Suara dari sekitar ditangkap oleh telinga luar berupa getaran atau gelombang dan diteruskan ke telinga tengah
2.      Saat gendang telinga bergetar, getaran akan diteruskan ke tulang ossicles sehingga getaran diperkuat dan dikirim ke telinga dalam.
3.      Begitu getaran mencapai telinga dalam, getaran akan diubah menjadi impuls listrik
4.      Impuls listrik dikirim melalui saraf ke otak. Otak lalu menerjemahkan impuls ini sebagai suara.


3.      Indra Peraba (Kuit)
Indra peraba adalah satu dari lima panca indra manusia yang membuat kita bisa merasakan sesuatu yang kasar, halus, panas dan juga dingin dari permukaan benda melalui bagian tubuh manusia yaitu kulit. Kulit manusia sendiri bisa merasakan segala jenis ragam tekanan, tekstur, rasa sakit dan juga gerakan.
Kulit adalah lapisan luar yang menutupi tubuh sebuah vertebrata. Kulit terdiri atas epidermis, dermis, dan hipodermis. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena adanya kelenjar keringat (kelenjar sudorifera) yang terletak di lapisan dermis.

A.    Struktur bagian dari indra peraba terdiri dari beberapa bagian yakni epidermis, dermis dan juga hipodermis.
1.      Epidermis
Epidermis tersusun atas lapisan tanduk (lapisan korneum) dan lapisan Malpighi. Lapisan korneum merupakan lapisan kulit mati, yang dapat mengelupas dan digantikan oleh sel-sel baru.
Epidermis merupakan beberapa macam lapisan kulit manusia terluar yang dinamakan kulit ari yakni lapisan kulit yang tahan terhadap air dengan ketebalan berbeda beda disesuaikan dengan fungsinya. Untuk bagian kulit yang tebal ada di bagian telapak tangan dan juga telapak kaki. Sementara untuk kulit yang tipis ada di bagian tubuh lain selain kulit telapak tangan dan juga kaki. Ada beberapa fungsi dari lapisan epidermis, yakni:
·         Sebagai penghalang untuk melindungi tubuh terhadap patogen atau mikroba yang berbahaya untuk tubuh.
·         Untuk memberikan ketahanan mekanis tubuh.
·         Untuk memberikan warna kulit.
·         Untuk melindungi tubuh dari risiko paparan berlebih sinar ultraviolet atau UV.

Lapisan epidermis sendiri terdiri dari 4 lapisan, yakni lapisan tanduk, lapisan malphigi, lapisan spinosum dan juga lapisan basal.

Ø  Lapisan tanduk [stratum korneum]: Lapisan kulit terluar yang mengalami deskuamasi yakni pengelupasan lapisan paling luar yang terjadi terus menerus. Lapisan ini tidak dilapisi pembuluh darah sehingga pengelupasan tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak mengeluarkan darah yang berguna untuk mencegah masuknya bakteri dan mengurangi penguapan cairan.
Ø  Lapisan malphigi [stratum granulosum]: Lapisan kulit yang tersusun dari sel hidup dan memperoleh nutrisi dari pembuluh kapiler di lapisan dermis. Lapisan malphigi ini berguna untuk memberikan warna pada kulit manusia.
Ø  Lapisan Spinosum [stratum germinativum]: Lapisan kulit yang tersusun dari sel dengan bentuk tak beraturan yang bisa membelah diri berguna untuk menjaga kekuatan serta kelenturan kulit.
Ø  Lapisan basal [stratum germinativum]: Lapisan kulit yang terus membelah diri untuk memperbarui epidermis yang sudah rusak. Ini adalah lapisan terbawah epidermis yang akan membentuk kulit baru.

2.      Dermis
Dermis merupakan lapisan kulit yang ada pada bagian bawah lapisan epidermis. Lapisan ini lebih tebal dibandingkan lapisan epidermis yakni sekitar 2.5 mm yang terdiri dari 3 bagian, yakni:

Ø  Fibrolas: Sel di dermis dengan fungsi untuk mensintesis matriks ekstraseluler dan juga kolagen.
Ø  Makrofag: Sel yang berfungsi di jaringan yang berasal dari sel darah putih atau leukosit.
Ø  Adiposit: Sel di dermis yang berfungsi sebagai tempat untuk menyimpan lemak. Sel tersebut merupakan penyusun dari jaringan adipose dan juga jaringan penghantar areolar.

Lapisan ini mengandung pembuluh darah, akar rambut, ujung saraf, kelenjar keringat, dan kelenjar minyak. Kelenjar keringat menghasilkan keringat. Banyaknya keringat yang dikeluarkan dapat mencapai 2.000 ml setiap hari, tergantung pada kebutuhan tubuh dan pengaturan suhu. Keringat mengandung air, garam, dan urea. Fungsi lain sebagai alat ekskresi adalah sebegai organ penerima rangsangan, pelindung terhadap kerusakan fisik, penyinaran, dan bibit penyakit, serta untuk pengaturan suhu tubuh.

Pada suhu lingkungan tinggi (panas), kelenjar keringat menjadi aktif dan pembuluh kapiler di kulit melebar. Melebarnya pembuluh kapiler akan memudahkan proses pembuangan air dan sisa metabolisme. Aktifnya kelenjar keringat mengakibatkan keluarnya keringat ke permukaan kulit dengan cara penguapan. Penguapan mengakibatkan suhu di permukaan kulit turun sehingga kita tidak merasakan panas lagi. Sebaliknya, saat suhu lingkungan rendah, kelenjar keringat tidak aktif dan pembuluh kapiler di kulit menyempit. Pada keadaan ini darah tidak membuang sisa metabolisme dan air, akibatnya penguapan sangat berkurang, sehingga suhu tubuh tetap dan tubuh tidak mengalami kendinginan. Keluarnya keringat dikontrol oleh hipotalamus. Hipotalamus adalah bagian dari otak yang terdiri dari sejumlah
nukleus dengan berbagai fungsi yang sangat peka terhadap steroid dan glukokortikoid, glukosa dan suhu.

3.      Hipodermis
Hipodermis merupakan bagian kulit yang ada di bawah lapisan dermis yakni lapisan yang paling banyak mengandung lemak yang berguna sebagai cadangan makanan, membantu memberikan perlindungan tubuh dari benturan dan fungsi lain yakni untuk menahan di bagian tubuh.

Hipodermis ini merupakan lapisan paling dalam dari kulit yang memiliki pembuluh darah, limfa dan juga sistem saraf yang letaknya sejajar dengan permukaan kulit. Beberapa fungsi dari hipodermis tersebut diantaranya adalah:
Ø  Membantu menyangga tubuh bagian dalam terhadap benturan.
Ø  Memberikan bentuk tubuh.
Ø  Menyediakan makanan karena merupakan tempat lemak berkumpul.
Ø  Membantu untuk mempertahankan suhu tubuh.

B.           Fungsi Indra Peraba
Sebagai lapisan terluar dari tubuh, tentunya ada cukup banyak fungsi dari indra peraba yang akan kami jelaskan beberapa diantaranya berikut ini:
1.      Pelindung Tubuh
Dengan adanya indra peraba yakni kulit sebagai bagian paling luar dari tubuh, maka tubuh akan terlindung dari segala ancaman seperti sinar matahari, mikroorganisme berbahaya, mengurangi kerusakan karena benturan dan juga melindungi tubuh dari kontak langsung bahan bahan kimia.

2.      Alat Pembuangan
Indra peraba yakni kulit adalah tempat keluarnya keringat yakni sisa dari metabolisme yang terdiri dari banyak unsur yang sudah tidak diperlukan tubuh. Kulit manusia akan mengeluarkan keringat setiap hari lewat pori pori yakni rongga kecil yang ada di permukaan kulit.

3.      Mengatur Suhu Tubuh
Indra peraba yakni kulit juga akan  menjaga supaya suhu tubuh tidak terpengaruh dengan suhu disekitarnya. Ini mengartikan jika kulit akan mengusahakan supaya suhu tubuh tidak berubah meski sedang terjadi perubahan suhu di lingkukngan sekitar. Proses tersebut terjadi dengan cara menyeimbangkan pengeluaran serta pemasukan panas tubuh dari kulit. Dalam kondisi normal, suhu tubuh manusia adalah antara 36.6 hingga 37.2 derajat celcius, sedangkan suhu kulit sedikit lebih rendah dari suhu tubuh.

4.      Untuk Tempat Menyimpan Lemak
Pada bagian bawah lapisan dermis kulit berguna untuk menyimpan lemak berbentuk tetesan lemak yang akan dipakai jika sedang dibutuhkan seperti ketika membutuhkan energi lebih banyak karena memang berfungsi sebagai cadangan energi.

5.      Tempat Membuat Vitamin D
Kulit juga memiliki pro vitamin D yang diperoleh dari makanan dengan bantuan sinar ultraviolet sinar matahari. Pro vitamin D ini nantinya akan diubah menjadi vitamin D yang kemudian digunakan untuk kebutuhan tubuh.

C.     Cara Kerja Kulit
Rangsang yang dapat diterima kulit berupa sentuhan panas, dingin, tekanan, dan nyeri. Ketika kulit menerima rangsang, rangsang tersebut diterima oleh sel-sel reseptor. Selanjutnya, rangsang akan diteruskan ke otak melalui urat saraf. Oleh otak, rangsang akan diolah. Akibatnya, kita merasakan adanya suatu rangsang. Otak pun memerintahkan tubuh untuk menanggapi rangsang tersebut.



4.      Indra Pembau ( Hidung)
Hidung adalah bagian yang paling menonjol di wajah, yang berfungsi menghirup udara pernapasan, menyaring udara, menghangatkan udara pernapasan, juga berperan dalam resonansi suara.

Hidung merupakan alat indra manusia yang menanggapi rangsang berupa bau atau zat kimia yang berupa gas. Di dalam rongga hidung terdapat serabut saraf pembau yang dilengkapi dengan sel-sel pembau. Setiap sel pembau mempunyai rambut-rambut halus (silia olfaktori) di ujungnya dan diliputi oleh selaput lendir yang berfungsi sebagai pelembab rongga hidung.


A.    Bagian-Bagian Hidung
1.     Lubang Hidung
Lubang hidung merupakan salah satu bagian yang dapat dengan jelas terlihat oleh mata, karena letaknya yang berada di luar hidung dan berfungsi untuk melindungi hidung dari berbagai macam ancaman yang berasal dari luar.

Tidak hanya itu saja, hidung juga berperan untuk mengatur ukuran sesuatu yang bisa masuk ke dalam hidung. Bagian ini berhubungan secara langsung dengan rongga hidung. Terdapat 2 buah lubang hidung yang dimiliki oleh manusia, namun dipisahkan oleh septum (pemisah) hidung.

2.      Bulu Hidung
Bulu hidung merupakan sebuah rambut – rambut halus yang ada didalam hidung dan berfungsi untuk penyaring udara yang masuk kedalam hidung. Bagian ini berperan penting untuk menahan kotoran yang terbawa oleh udara, sehingga tidak bisa masuk ke dalam sistem pernapasan selanjutnya.

3.      Septum (Pemisah) Hidung
Septum hidung merupakan sebuah struktur yang berfungsi untuk memisahkan lubang manusia menjadi dua bagian. Septum memisahkan hidung menjadi 2 bagian yang dimulai dari lubang hidung hingga ke tenggorokan awal.

Dinding septum nasi dilapisi oleh sebuah lendir yang memiliki pembuluh darah sehingga lendir tersebut berfungsi untuk melembabkan dan juga mengatur suhu udara yang masuk.

4.      Nasal Cavity (Rongga Hidung)
Rongga hidung merupakan salah satu organ yang paling penting yang terdapat pada indera penciuman. Didalam rongga hidung terdapat sebuah selaput lendir dan silia (rambut halus).
Fungsi utama dari rongga hidung yaitu untuk meneruskan udara yang masuk menuju ke bagian tenggorokkan. Selain itu, rongga hidung juga dapat menjaga kelembapan, suhu serta tekanan udara.

Didalam melaksanakan fungsinya, bagian ini dibantuk oleh sebuah tulang tengkorak yang tersusun seperti dinding-dinding hidung. Didalamnya juga terdapat 4 dinding yang saling berkaitan, yaitu dinding superior (atas), inferior (bawah), medial (tengah), dan juga lateral (samping).

5.       Saraf Olfaktori
Saraf olfaktori adalah salah satu dari 12 saraf kranial yang berkaitan secara langsung dengan otak. Olfaktori merupakan sebuah saraf kranial 1 yang berperan sebagai reseptor utama didalam indera penciuman.

olfaktori berfungsi untuk menerima rangsangan yang berupa sebuah bauan-bauan yang terbawa bersama udara yang dihirup, kemudian akan dikirimkan kedalam bentuk impuls.

Didalam melaksanakan fungsinya tersebut, hidung didukung oleh salah satu bagian yang bernama bulbus olfaktori yang terdiri atas beberapa organ, diantaranya adalah :
·         Tonjolan Olfaktori, yaitu salah satu organ yang berfungsi untuk menerima semua impuls yang dikirim oleh akson dan kemudian dibawa ke otak.
·         Akson, yaitu sakah satu organ yang berfungsi untuk membawa impuls dari hasil kerja saraf pembau.
·         Saraf Pembau, yaitu sebuah reseptor yang berfungsi untuk menerima stimulus dari gas atau udara yang dihirup.
·         Silia, merupakan sebuah bulu yang berada di rongga luar hidung yang berfungsi untuk menyaring kotoran yang masuk bersama udara.

6.      Sinus Hidung
Didalam rongga hidung terdapat 4 rongga sinus yang letaknya saling terpisah satu sama lain. Keempat rongga sinus tersebut adalah Maksilaris (di pipi), Frontalis (di dahi), Etmoidalis (antara kedua mata), dan juga sinus Sfenoidalis (di belakang dahi).

Rongga sinus mempunyai banyak sekali fungsi, yaitu di antaranya adalah :
·         Mampu memproduksi lendir yang mengalir ke dalam hidung dan berfungsi untuk melembabkan serta menguras lendir hidung.
·         Berfungsi untuk mengatur kelembaban hidung dan juga udara saat seseorang bernapas.
·         Untuk menjaga pertukaran udara yang terjadi di daerah hidung.
·         Berfungsi untuk meringankan kepala yang terasa berat.
·         Untuk melindungi organ vital.
·         Berfungsi untuk memaksimalkan kualitas suara.

7.      Tulang Rawan dan Tulang Nasal
Indera Penciuman ini dilindungi oleh 2 tulang yang letaknya saling terpisah satu sama lain, dan kedua tulang tersebut adalah tulang rawan serta tulang nasal.
Tulang rawan terletak di bagian ujung hidung dan teksturnya sangat lunak serta bisa digerak-gerakan. Sedangkan, tulang nasal terletak di antara tulang rawan dan juga dahi.

8.       Nasofaring
Nasofaring berasal dari 2 kata, yaitu naso yang berarti hidung dan juga faring yang berarti tenggorokan. Oleh sebab itu, nasofaring adalah salah satu bagian dari sistem pernapasan yang menghubungkan hidung dengan tenggorokan.

Pada saat kita tersedak, bagian inilah yang akan menstimulasi rasa sakit pada hidung.

B.     PROSES KERJA HIDUNG
Pada saat kita bernapas, zat kimia yang berupa gas ikut masuk ke dalam hidung. Zat kimia yang merupakan sumber bau akan dilarutkan pada selaput lendir, kemudian akan merangsang rambut-rambut halus pada sel pembau. sel pembau akan meneruskan rangsang ini ke otak untuk diolah sehingga bisa mengetahui jenis bau dari zat kimia tersebut.


5.      Indra Pengecap
Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indra pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap. Lidah juga turut membantu dalam tindakan bicara.Juga membantu membolak balik makanan dalam mulut.


A. Struktur Lidah
Lidah manusia terdiri atas dua bagian bagian lidah yaitu bagian anterior dan bagian posterior. Bagian anterior adalah bagian yang terlihat dan terletak di depan. Dua pertiga bagian dari panjang lidah kita merupakan bagian anterior. Puncak anterior lidah berciri sempit dan tipis dan mengarah kedepan.

Bagian posterior merupakan bagian lidah yang paling dekat dengan tenggorokan. Mengisi sepertiga bagian dari panjang keseluruhan lidah kita. Bagian posterior terhubung dengan tulang hyoid oleh otot-otot hyoglossi dan genioglossus serta membran hyoglossal. Tulang hyoid disebut juga sebagai tulang lingual, berbentuk seperti sepatu kuda. Tulang ini pada umumnya bisa ditemukan pada mamalia dan memungkinkan lidah memiliki pergerakan yang luas. Keberadaan tulang hyoid dan otot genioglossi membuat lidah bisa menjulur.

Berikut adalah penjelasan mengenai anatomi lidah dan fungsinya :
1.      Papila
Permukaan lidah memiliki tekstur karena adanya tonjolan-tonjolan yang disebut papila. Ada tiga jenis papila lidah, yaitu:
·         Papila filiformis, merupakan papila yang berada di dorsum linguae (punggung lidah) dan bentuknya serupa benang halus (fili berarti benang)
·         Papila sirkumvalata, yaitu papila yang berbentuk bulat (sirkum berarti bulat) dan tersusun membentuk huruf V di bagian belakang lidah
·         Papila fungiformis, sesuai dengan namanya, berbentuk seperti jamur (fungi berarti jamur) dan berada di bagian depan lidah.

Pada papila terdapat taste bud (tunas pengecap) yang membantu kita dalam mengidentifikasi rasa yang berbeda-beda pada makanan. Saat kita mengunyah makanan, ada bagian dari makanan tersebut yang melarut dalam saliva (air liur) dan kontak dengan taste bud yang kemudian merangsang impuls syaraf yang disebut microvilli. Microvilli adalah serabut syaraf yang membawa ‘pesan’ dari lidah ke bagian bagian otak. Otaklah kemudian yang mempersepsikan rasa. Papila sirkumvala dan fungi formis adalah papila yang berperan utama dalam mengidentifikasi rasa sedang papila filiform memiliki tugas untuk mencengkram makanan.

2.       Sulcus Terminalis
Sulcus terminal memiliki bentuk seperti huruf V dan merupakan bagian lidah yang memisahkan anterior dan posterior lidah. Permukaan anterior terdiri atas puncak dan ujung lidah, sedangkan posterior terdiri atas akar lidah yang berkaitan dengan tulang hyoid dan saraf saraf glossopharyngeal.

3.      Tonsil
Tonsil merupakan kumpulan dari jaringan getah bening (limfoid) yang terletak di dalam rongga mulut. Tonsil memiliki fungsi sebagai penyaring bakteri dan kuman yang masuk ke tubuh baik melalui jalur udara dan alat alat pernafasan maupun lewat makanan. Berdasarkan letaknya dalam rongga mulut, tonsil terbagi atas tiga jenis , yaitu:
·         Tonsil Palatina, merupakan tonsil yang sering disebut sebagai amandel dan terletak di kiri dan kanan rongga mulut.
·         Tonsil faringers, disebut juga sebagai adenoid dan terletak di bagian dinding belakang nesofaring.
·         Tonsil lingulis, merupakan tonsil yang terletak pada daerah pintu masuk saluran nafas dan saluran pencernaan.

4.      Frenulum Linguae
Frenulum linguae atau frenulum lidah adalah selaput lendir yang letaknya memanjang dari lantai mulut hingga ke garis tengah sisi bawah lidah. Frenulum lingua sebenarnya membatasi pergerakan lidah, bahkan bagi beberapa orang dengan frenulum lingua lebih pendek mengalami kesulitan berbicara. Fungsi utama dari frenulum lidah adalah untuk menghubungkan lidah dengan lantai mulut dan menjaga agar lidah tetap pada tempatnya di dalam mulut.

B.     Otot-Otot lidah
Sebagaimana telah dijelaskan diawal bahwa lidah tersusun atas oto-otot rangka dan selaput lendir, otot-otot pembentuk lidah digolongkan kedalam dua bagian, yaitu:
·         Otot Ekstrinsik – Otot Ekstrinsik memiliki fungsi utama untuk mengubah posisi lidah sehingga memungkinkan untuk menjulur, melakukan gerak dari sisi ke sisi dan gerakan retraksi.

·         Otot Genioglossus – muncul dari mandibula dan membuat lidah dapat menjulur. Otot genioglossus juga dikenal sebagai otot keselamatan (safety muscle) karena merupakan satu-satunya otot lidah yang memiliki gerakan ke depan.

·         Otot Hyoglossus – muncul dari tulang hyoid memiliki fungsi menekan dan meretraksi lidah sehingga punggung lidah lebih cekung.

·         Otot Styloglossus – timbul dari proses styloid tulang temporal. Membuat kita bisa memanjangkan dan menarik lidah ke belakang lidah. Styloglossus menarik sisi lidah ke atas sehingga membuat cekungan untuk menelan

·         Otot Palatoglossus – muncul dari aponeurosis palatina, menekan langit-langit lunak. Fungsi palatoglossus adalah untuk mengangkat lidah posterior dan membantu proses inisiasi menelan. Otot ini juga mencegah mengalirnya air liur dari ruang depan orofaring dengan membentuk lengkungan palatoglossal.

·         Otot Instrinsik – Empat pasang otot instrinsik lidah ada dibagian dalam lidah. Otot-otot ini mempengaruhi bentuk lidah dengan memperpanjang dan memperpendek lidah, menggulung dan meluruskan puncak dan tepian lidah serta mendatarkan dan membulatkan lidah. Otot instrinsik juga berperan dalam proses berbicara, menelan dan makan.

·         Otot lingitudinal superior – otot ini melintang di permukaan superior lidah, dibawah membran mukus. Meningkatkan kemampuan untuk menarik lidah serta membelokkan ujung lidah.

·         Otot longitudinal inferior – melintang dibagian sisi lidah dan bergabung dengan otot styloglossis.

·         Otot vertikal – terletak di bagian tengah lidah dan bergabung dengan otot longitudinal superior dan otot longitudinal inferior

·         Otot transversi – merupakan otot yang melintang di tengah lidah dan melekat pada selaput lendir yang ada disepanjang sisi lidah

C.     Syaraf-syaraf Lidah
Persyarafan pada lidah terdiri atas serabut syaraf motorik, serabut syaraf sensorik khusus untuk mengecap rasa dan serabut syaraf sensorik umum untuk sensasi.
1.      Syaraf motorik untuk otot intrinsik dan ekstrinsik lidah sebagian besar disuplai oleh serabut syaraf motorik efferent yang berasal dari syaraf hypoglossal, terkecuali otot palatoglossus yang persyarafannya dikendalikan oleh syaraf vagus.

Persyarafan rasa dan sensasi berbeda pada lidah anterior dan posterior. Hal ini disebabkan karena masing-masing bagian lidah tersebut berasal dari strutur embriologi yang berbeda.

2.      Persyarafan pada lidah anterior
 Syaraf perasa pada lidah anterior adalah Chorda Tympani, merupakan percabangan dari syaraf wajah lewat serabut syaraf afferent visceral khusus. Syaraf sensasi pada lidah anterior diatur oleh cabang syaraf lingual mandibula dari syaraf trigeminal melalui serabut syaraf aferen somatik umum.

3.      Persyarafan pada lidah posterior
 Pada lidah posterior syaraf perasa dan sensasinya dikendalikan oleh syaraf glossopharyngeal lewat perpaduan serabut syaraf afferent visceral khusus dan umum.

D.    Suplai Darah ke Lidah
Peredaran darah di lidah terjadi melalui arteri lingual, yang merupakan cabang dari arteri karotis eksternal dan Vena lingual yang terhubung dengan vena jugularis internal. Suplai darah sekunder lidah didapat dari cabang tonsilar yang merpakan bagian dari arteri wajah dan arteri faringeal as

E.     Peta Lidah
Peta lidah adalah konsep yang menunjukkan bahwa bagian lidah tertentu dapat mengecap rasa dasar tertentu. Adapun pemetaan lidah terhadap empat rasa dasar adalah sebagai berikut:
·         Rasa Manis dirasakan pada puncak atau ujung lidah.
·         Rasa Asin dirasakan pada bagian tepi lidah (samping kiri dan kanan).
·         Rasa Asam dirasakan pada bagian tepi lidah (samping kiri dan kanan).
·         Rasa Pahit dirasakan pada pangkal lidah.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Materi Cahaya Kelas 4 SD

1.        Pengertian cahaya : Cahaya ialah energi yang berbentuk gelombang elekromagnetik yang kasat mata yang dengan panjang gelombangnya...